Selasa, 02 Oktober 2018

Hong Kong Backpacker (Part 1; Jakarta-Singapore)

           Hong Kong, salah satu kota tersibuk di dunia yang menyajikan beragam keindahan. Hong Kong termasuk dalam kota impian yang harus bisa saya kunjungi. Awalnya saya mencoba mendaftar pada beberapa travel agent untuk pergi ke sana, mempertimbangkan rasa takut kalau pergi sendirian bakalan gimana. Namun, Tuhan berkehendak lain semua travel agent tidak cocok dan ada yang batal berangkat pemberitahuan pun h-5 dari keberangkatan. Akhirnya, dengan nekat saya putuskan untuk berangkat sendirian. Apapun yang terjadi, terjadilah hehe.
          Penerbangan pulang-pergi yang saya pilih adalah penerbangan murah dari Sco*t, walaupun gak murah-murah banget secara pemesanan H-5. Saya pun memutuskan berangkat pada tanggal 8 September 2018 malam sampai 13 September 2018. Penerbangan ini pakai transit dulu di Singapore. Ini salah satu kesempatan buat saya lebih explore lagi Bandara Changi yang luar biasa menarik. Sebelumnya 2 kali ke SG, hanya seperlunya aja ke sini tanpa keliling-keliling. Hmmm, ternyata bagus banget! Saya mendarat di terminal 2 Changi airport sekitar jam 10 malam. Di terminal 2, ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi, ada Enchanted Garden, Orchid Garden, dan Sunflower Garden yang ada di rooftop. Buat yang bosen keliling bisa ngeluangin waktu buat nge-doodle, di sana disediakan kertas dan alat gambar (jiplak) view Changi airport. Waktu ngegambar ini saya bareng sama beberapa anak kecil juga haha. Buat yang mau nonton bioskop gratis juga ada lho di sini, pas saya masuk mau nonton ternyata seluruh kursi penuh, penuh dengan penonton yang tidur. Gak jadi nonton deh. 
Ini gambar hasil saya yang amburadul 😅
Salah satu view dari Orchid Garden

Flower Garden pada malam hari

          Setelah lelah berkeliling, saya akhirnya memutuskan untuk menikmati fasilitas gratis yaitu kursi pijat untuk kaki (uenaakk sekaliii), ingin sekali rasanya saya bawa pulang ke rumah haha. Kala menikmati kursi pijat, saya mendapat kenalan seorang perempuan dari Kanada. Ia menceritakan kisah sedihnya karena tidak diijinkan masuk ke Hong Kong oleh pihak imigrasi Hong Kong, dan akhirnya ia dan tunangannya memutuskan untuk pergi ke Bali (asik jadi rezekinya orang Bali). Berbagi sedikit cerita tentang traveling di Bali dan betapa nagihnya ayam betutu.
      Pegal kaki hilang, saatnya tidur. Saya memutuskan tidur di kursi panjang yang disediakan, biasanya memang dipakai untuk tidur oleh para penumpang transit. Untungnya, masih ada satu kursi tersisa. Ketika enak-enaknya ngiler eh tidur, saya dibangunkan oleh petugas bandara yang menanyakan paspor dan boarding pass. Katanya sih memang sering diadakan pemeriksaan boarding pass untuk menghindari penumpang yang benar-benar hanya numpang tidur tanpa transit hehe. Tepat jam 5 pagi saya bersiap menuju gate untuk flight jam 6 pagi, tujuan ke HONG KONG. Akhirnyaaa 😁

0 komentar:

Posting Komentar