Minggu, 14 Oktober 2018

Hong Kong Backpacker( Part 2 Chungking Mansion - Tsim Sha Tsui)

           Pada tanggal 09 September 2018, saya berhasil menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Hong Kong. Lumayan lega rasanya, bisa menaklukan rasa takut (takut sendirian, takut nyasar, takut gak ngerti, Bahasa Inggris pas-pasan, Mandarin apalagi) semua itu bisa terlewati sampai hari ini. Saya pun lebih bersemangat menaklukkan ketakutan-ketakutan tersebut untuk perjalanan selanjutnya. Sesampainya di Hong Kong International Airport, saya langsung berburu tourists maps, dan membeli Octopus Card (kartu kemana sajanya Hong Kong😁) seharga 150 HKD, meliputi saldo awal 100 HKD dan deposit 50HKD. Kartu ini juga bisa dikembalikan dalam bentuk uang kembali nantinya.  Kartu tersebut, bisa digunakan untuk naik MTR, bus, beli makanan minuman di beberapa store, multifungsi banget deh.
My octopus card
            Setelah Octopus Card siap, saya langsung menuju halte bus untuk ke hotel tempat saya menginap. Hotel yang saya pilih adalah Icon Inn yang ada di Chungking Mansion. Sebagian orang yang tahu dan pernah tinggal di Chungking Mansion menilai bahwa bangunan ini sangat kumuh dan menjijikan (salah satu kenalan saya di Hongkong bilang gitu). Tetapi, menurut saya biasa saja sih, memang tidak mewah, tapi selagi masih aman, strategis dan yang paling penting adalah muraahh, kenapa tidak. Chungking Mansion ini strategis sekali, dari bandara langsung bisa naik bus no A21 dan turun hanya beberapa langkah dari depan hotel, stasiun MTR tepat di seberang gedung, tempat makan murah seperti Cafe de coral, hanya disebelah gedung, McD ada di seberang jalan. Kamar hotel yang disediakan kurang lebih sama dengan kebanyakan hotel di Hong Kong, sangat sempit, namun fasilitas memadai. 
Ladies Market
               Perjalanan saya berikutnya, adalah ke Ladies Market di kawasan Mongkok. Ladies Market adalah salah satu tempat wisata belanja yang ada di Hong Kong. Model penataannya mirip seperti penjual-penjual di pasar malam gitu. Untuk masalah harga relatif murah. Ada banyak pilihan barang yang bisa dijadikan oleh-oleh, seperti aksesoris gantungan kunci, cermin, jepitan rambut, bros, kaos, tas, dan masih banyak lagi. Kamu bisa mendatangi beberapa pedagang untuk membandingkan harga dan yang paling penting bisa ditawar harganya. Saya bertemu salah satu pedagang dan anaknya yang ramah banget, karena saya beli jepitan lucu diapun menata rambut saya dengan rapi. Lama asik memilih nggak terasa perut jadi keroncongan. Muter-muter mencari tempat makan tetapi harganya nggak ada yang cocok. Mehong-mehong dan rame banget. Akhirnya saya balik ke daerah Tsim Sha Tsui lagi dan cari  makan di sekitar hotel.

Contoh menu Cafe de Coral

Usai makan, saya memutuskan untuk berjalan-jalan di kawasan Tsim Tsa Tsui, dan menuju ke arah The Garden of Stars. Pemandangan di sekitar sangat menarik, melihat laut yang dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi, dan kapal-kapal yang indah. Saya pun menantikan malam, sambil duduk-duduk santai melihat pemandangan sekitar.

                 


Selasa, 02 Oktober 2018

Hong Kong Backpacker (Part 1; Jakarta-Singapore)

           Hong Kong, salah satu kota tersibuk di dunia yang menyajikan beragam keindahan. Hong Kong termasuk dalam kota impian yang harus bisa saya kunjungi. Awalnya saya mencoba mendaftar pada beberapa travel agent untuk pergi ke sana, mempertimbangkan rasa takut kalau pergi sendirian bakalan gimana. Namun, Tuhan berkehendak lain semua travel agent tidak cocok dan ada yang batal berangkat pemberitahuan pun h-5 dari keberangkatan. Akhirnya, dengan nekat saya putuskan untuk berangkat sendirian. Apapun yang terjadi, terjadilah hehe.
          Penerbangan pulang-pergi yang saya pilih adalah penerbangan murah dari Sco*t, walaupun gak murah-murah banget secara pemesanan H-5. Saya pun memutuskan berangkat pada tanggal 8 September 2018 malam sampai 13 September 2018. Penerbangan ini pakai transit dulu di Singapore. Ini salah satu kesempatan buat saya lebih explore lagi Bandara Changi yang luar biasa menarik. Sebelumnya 2 kali ke SG, hanya seperlunya aja ke sini tanpa keliling-keliling. Hmmm, ternyata bagus banget! Saya mendarat di terminal 2 Changi airport sekitar jam 10 malam. Di terminal 2, ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi, ada Enchanted Garden, Orchid Garden, dan Sunflower Garden yang ada di rooftop. Buat yang bosen keliling bisa ngeluangin waktu buat nge-doodle, di sana disediakan kertas dan alat gambar (jiplak) view Changi airport. Waktu ngegambar ini saya bareng sama beberapa anak kecil juga haha. Buat yang mau nonton bioskop gratis juga ada lho di sini, pas saya masuk mau nonton ternyata seluruh kursi penuh, penuh dengan penonton yang tidur. Gak jadi nonton deh. 
Ini gambar hasil saya yang amburadul πŸ˜…
Salah satu view dari Orchid Garden

Flower Garden pada malam hari

          Setelah lelah berkeliling, saya akhirnya memutuskan untuk menikmati fasilitas gratis yaitu kursi pijat untuk kaki (uenaakk sekaliii), ingin sekali rasanya saya bawa pulang ke rumah haha. Kala menikmati kursi pijat, saya mendapat kenalan seorang perempuan dari Kanada. Ia menceritakan kisah sedihnya karena tidak diijinkan masuk ke Hong Kong oleh pihak imigrasi Hong Kong, dan akhirnya ia dan tunangannya memutuskan untuk pergi ke Bali (asik jadi rezekinya orang Bali). Berbagi sedikit cerita tentang traveling di Bali dan betapa nagihnya ayam betutu.
      Pegal kaki hilang, saatnya tidur. Saya memutuskan tidur di kursi panjang yang disediakan, biasanya memang dipakai untuk tidur oleh para penumpang transit. Untungnya, masih ada satu kursi tersisa. Ketika enak-enaknya ngiler eh tidur, saya dibangunkan oleh petugas bandara yang menanyakan paspor dan boarding pass. Katanya sih memang sering diadakan pemeriksaan boarding pass untuk menghindari penumpang yang benar-benar hanya numpang tidur tanpa transit hehe. Tepat jam 5 pagi saya bersiap menuju gate untuk flight jam 6 pagi, tujuan ke HONG KONG. Akhirnyaaa 😁

Rabu, 04 Juni 2014

Unforgettable Days in South Korea (Day 2)

Pada hari kedua di Seoul, saya bersama teman-teman menghadiri konferensi di Reinessance Hotel, Yeoksam-dong, Gangnam-gu. Konferensi yang kami hadiri adalah 2014 Annual Conference on Children, Women, and Social Studies (ACCAWS). Kami mengikuti konferensi selama 3 hari.


Setelah konferensi usai pada sore hari, kami memutuskan untuk pergi ke COEX Mall dan kami punmenjelajahi COEX Mall tepatnya di Hyundai Departemen Store. Kami berkeliling dan melihat barang-barang yang dijual. Kami memutuskan untuk mampir ke Etude House (salah satu brand kosmetik Korea) karena sedang ada diskon besar-besaran hehe^^ alhasil saya memborong beberapa kosmetik. Karena mulai lapar kami membeli makanan di Kokoro Bento, dan makanannya enak sekali.


Kami juga mencoba kue mochi yang berisi buah strawberry,, hhmm yummy ^^.
Setelah kenyang dan puas berkeliling, memutuskan pergi ke daerah Apgujeong dan Shinsa-dong.


Hari sangat dingin apalagi sudah menjelang malam. Di daerah Shinsa-dong kami sempat tersesat dan mencoba bertanya-tanya kepada orang yang ada di sekitar. Di sana kami banyak menemui klinik operasi plastik hehe. Setelah berkeliling-keliling Shinsa-dong dan Apgujeong, kami membeli jajanan pojamangcha di sekitar Apgujeong. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke hotel. Saat sedang berada di stasiun subway, saya menemukan papan iklan yang dibintangi oleh idola saya Choi Minho SHINee dan saya pun berfoto dengan papan iklan tersebut. Walaupun hanya papan iklan dan terkesan sedikit norak, tidak apa-apa yang penting hati senang haha :-D
Minho Oppa Saranghae!! ^^


Selasa, 03 Juni 2014

Unforgettable Days in South Korea (Day 1)

Saya akan membagikan cerita mengenai perjalanan saya bersama teman-teman saya selama seminggu di South Korea. Kami pergi ke Korea untuk menghadiri konferensi internasional mengenai pendidikan. Saya pergi ke Korea pada tanggal 7 Januari 2014. Saat itu Korea sedang mengalami musim dingin. Pada saat saya sampai di sana, saya terkagum-kagum melihat bandara Incheon yang sangat megah. Maklum, ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri dan memang bandaranya sangat bersih dan megah.

Dari bandara Incheon, kami berencana pergi ke rumah syuting drama Full House di Si Do Island dengan dua kali naik bus dan menyebrang kapal feri, tetapi setelah menaiki bus pertama kami kebingungan dimanakah persisnya kami harus turun.Kami pun bertanya pada bapak-bapak dalam bus, namun mereja juga bingung. Pak Supir mencoba membantu dan menyuruh kami segera turun dan berganti bus. Setelah turun, kami baru  sadar bahwa tas salah satu teman kami tertinggal di dalam bus. Kami panik, dan bingung, teman saya langsung berlari mengejar bus yang sudah berjalan. Sedangkan kami yang tidak mengejar bus kebingungan karena tidak bisa menghubungi teman kami lewat telepon, kami pun mencoba menyusul secara pelan-pelan karena kami membawa 6 koper yang ukurannya besar.
Akhirnya setelah cukup lama kami menunggu dengan harap-harap cemas, kami bertemu lagi dengan teman kami dan ia berhasil mendapat tasnya kembali. Ia bercerita bahwa ia pergi ke kantor polisi yang kebetulan ada di sekitar lokasi ia berlari dan polisi membantu melacak bus, setelah ketemu ia pun dibawa naik mobil polisi dengan bunyi sirene yang menggaung untuk menjemput tasnya. 
Kami sangat senang bisa bertemu kembali, karena kami terpisah di daerah yang benar-benar tidak kami tahu dan kami tidak bisa saling kontak melalui HP. Kami tersesat di daerah Eunseo. Karena lapar kami memutuskan untuk membeli makanan di Pojamangcha (angkringannya Korea).
Kami membeli tteokbokki dan odeng. Ahjumma (Bibi) penjualnya sangat ramah dan untuk pertama kali saya mencoba kemampuan saya berbicara bahasa Korea, karena dari teman-teman saya hanya saya yang bisa berbahasa Korea. Masiseoyo!! Makanannya enak!!

Setelah makan kami memutuskan untuk langsung saja ke hotel dan pergi ke Full House terpaksa kami batalkan. Kami kembali ke bandara Incheon dan melanjutkan perjalanan menggunakan AREX Line dan subway. Kami menginap di IMI Hotel, daerah Yeoksam-dong di wilayah Gangnam. Fasilitas hotel sangat baik, dan nyaman. Setelah beristirahat dan mandi, kami memutuskan untuk mencari makan malam di sekitar hotel. Pilihan kami jatuh pada Samgetyang, yaitu sup ayam gingseng. Kami membeli 2 porsi untuk berempat karena porsinya cukup besar.

Samgetyang cukup menyengangkan dan kami pun kembali ke hotel dan menyiapkan diri untuk menghadiri konferensi keesokan harinya. Hari pertama di Korea sangat menyenangkan :-)

About Me ^^

Hello everyone!! My name is Anastasia Putranti Sidharta. You can call me Tasia. I love travelling, singing, and I am an old K-POP fans haha,  and I am a Shawol ^^. I write this blog to reminds me, all the great opportunity from God in my life, and share about my story  to others. Hope you'll enjoy it!!